HARI KETUJUH:
Sebenarnya hati dan pikiran belum puas untuk menelusuri kota cantik Hangzhou, tapi ape boleh buat, karena eike ikut tour (hiksss) jadi terpaksa deh kudu hijrah ke kota lain, yaitu kota Wuzhen.
Wuzhen: kota tua, di kota yang dibangun diatas air ini, seperti Venice, Italy dan Suzhou, China, tapi bedanya wuzhen ini gak modern seperti halnya kota-kota lain di China pada umumnya saat ini. Wuzhen seperti dibiarkan kumuh dan tertinggal, nah suasana “tua, kumuh” itulah yang malah “dijual” ke turis-turis mancanegara seperti rombongan eike ini.
Di Wuzhen ini, kami cruise lagi, tapi dengan perahu tua yang tidak memakai tenaga motor, jadi perahunya masih menggunakan dayung yang dikendalikan oleh tukang perahu. Beda dengan cruise di Long Xi Chia Lake, Beijing dimana kami cruise dengan motor boat yang hanya bisa dimuati 25 orang, lalu di Xi hu Lake, Hangzhou menggunakan perahu penumpang dengan tenaga motor dengan kapasitas 50 orang penumpang.

wuzhen canal cruise memory
Satu perahu yag kami tumpangi di Wuzhen ,hanya bisa memuat penumpang 8 orang saja, ditambah tukang dayung dan assisten tukang dayung , total 10 orang. Kami cruise menelurusi canal-canal disepanjang kota tua Wuzhen, terlihat dikanan kiri rumah-rumah penduduk yang dibangun diatas air, bahkan sempat saya merekam seorang bapak lagi menyiram tanamannya di belakang teras rumahnya yang notabene diatas sungai persis, suatu pemandangan yang unik.
Selesai cruise, yang Cuma sekitar 30 menit, kami lalu menelusuri gang-gang sempit di kota Wuzhen, dimana jarak antara rumah berdempetan, tanpa tembok dan gang lebarnya gak sampe 1,5 meter, dan ternyata oh ternyata ,pintu, jendela dan bangunan semua rumah yang ada di gang-gang sempit itu dibuat dari Kayu, sepintas kami liat seperti “kumuh,miskin dan tua”, tapi suami eike yang notabene adalah orang yg sudah berkecimpung di dunia perkayuan selama 10 tahun lebih (ini serius), langsung nyamber “eh ini bukan kayu murah loh, ini kayu ebony, sangat langka dan mahal, gak boleh dieksport, karena ini kayu hias yang langka” Kondisi luar rumah memang terkesan penghuninya adalah orang dengan tingkat ekonomi rendah, weitsss, tapi ntar dulu, kalau nengok kedalam, ternyata mereka tv-nya lcd layar lebar, ubinnya keramik, punya kulkas, punya perangkat elektronik lainnya.
Rumah-rumah disepanjang gang senggol ini , disulap jadi toko souvenir semua hehehe, ada satu temen yang beli lukisan cat tangan bunga Peony yang cantik banget , ukuran 35 cmX100cm, tebak berapa harganya? Cuma 60 yuan ajah. Oh ya kalau belanja di Wuzhen ini, haram hukumnya kalau tidak nawar, jadi kudu nawar hehehehe.

rumah-rumah di gang sempit wuzhen, yang disulap menjadi toko souvenir. Semua bangunan dibuat dari kayu eboni, dan arsitekturnya kuno banget ya, hehehe
Terus ada toko yang jual aneka batik, tapi spg-nya ampun cuek bebek banget, mana ada yang mau belanja disitu kalau spg-nya kayak gak butuh pembeli!!! Terus kita masuk kedalamnya toko batik itu, liat kain-kain batik yang lagi dijemur, semuanya adalah batik cap,bukan batik tulis. Terus terang batik Indonesia jauhhhhh lebih menarik dan cantik motifnya dan jenisnya dibanding batik China. Fyi, ruangan dalam di toko batik ini yang jadi lapangan untuk jemur batik itu sering dibooking untuk shooting pilem, salah satunya Pilem Kungfu Master (wong fei hung, yang dibintangi ama Jet Lee).

batik shop and factory @ wuzhen, china. Itu ruangan dalam toko yang buat tempat ngejemur batik, sering dipakai buat shooting film
Penduduk di kota Wuzhen mayoritas orang-orang tuwir, kenapa? Karena orang muda ogah tinggal di kota ini, yang muda memilih untuk hijrah dan cari kerja di kota lain, karena ya keadaan wuzhen yang terkesan tertinggal pembangunannya dibanding kota-kota lain di China, tapi disitulah letak daya tarik wisatanya hehehehe.
Selesai dari menelusuri gang senggol, ternyata ujungnya adalah sebuah jembatan, dan uniknya jembatan ini adalah: ada 2 buah ruang dijembatan ini, ruang kiri dan kanan, dimana kalau kita memilih untuk menggunakan ruang kiri maka konon diyakini bahwa bila kelak kita hamil, akan dapat anak perempuan, sebaliknya bila kita kelak memilih ruang kanan maka bila hamil kelak akan mendapat anak laki-laki. Bisa diliat dari foto, ruang manakah yang eike dan suami pilih ? *hamil ajah belum , udah milih-milih jenis kelamin anak hahahahaha*
Sehabis melusuri jembatan kelamin *eh kesannya jadi cabul ginih, maap ye*, tibalah kami pada sebuah taman yang indah, saking pusingnya mata akan suasana kumuh, dimana eike kagak suka liat yang kumuh-kumuh hahahaha, eike jadi terpesona ama suasana asri dan indah taman ini, abis deh battery kamera dan camcorder merekam momen taman di Wuzhen ini, dan hal ini yang akan berujung pada penyesalan sewaktu di Shanghai nanti, nti eike certain deh berikutnya, sekarang LANJUTTTTT Gannn!!!

taman yang indah di wuzhen. gambar kanan atas: jembatan kelamin (maap, gak maksud cabul)
Lalu selesailah acara kunjungan singkat di Wuzhen, abis itu kami bergegas dengan bus ke Shanghai, acik acikk acikkkk, dengar kata Shanghai, eike dan rombongan tour kayaknya gatel banget pengen shopping hahahahaha, eh tapi memang rata-rata tourist Indonesia gituh kali’ ye, demen banget ama shopping, dari yang belanja kaki lima ampe butik-butik harganya bajunya sama kayak harga mobil gw hahahaha.
Tapi beneran kayaknya diriku memang berjodoh dengan para shopaholic deh alias miss dan mister jinjing semua, gile bener, mereka belanja lebih parah dari eike. Saya mah ngerem-ngerem belanja, pokoke belanja masih pake plantat plintut pertimbangan ini itu, karena duitnye masih berseri semua hahahahaha. Bahkan beberapa peserta dirombongan eike pada ngomong “Tahun depan kita ke china lagi yuks, tapi kita jangan ikut tour yang jalan-jalan, kita ikut tour yang khusus untuk shopping ajah” Alamakkkkk, kenapa diriku “dijodohkan” dengan orang-orang sealiran Becky Bloomwood semua hahahaha *Rebecca bloomwood (Becky) adalah karakter fiktif pada novel Shopaholic karangan Sophie Kinsela, dimana si Becky ini amat sangat punya hobi belanja yang sangattt impulsive*
Akhirnya, setelah menempuh perjalanan 2 jam dari kota Wuzhen, tibalah kami di Kota Shanghai, kota bisnis yang dijuluki Manhattan of Asia ini, karena hutan beton gedung-gedung pencakar langit isinya dari kota ini. Akan dilanjutkan ke babak episode berikutnya tentang Shanghai sendiri, karena eike mau focus ke Shanghai yang aduhai (apesih Met mau loh??? hehehehe, bilang aja lagi males ngetik !!!! hahahaha)
g tertarik ama Kota Wuzhen antik yah , pgn liat beneran kotanya
sebenarnya memang unik ya Ven, karena menampilkan sisi china dari sisi yang berbeda, ini sisi china once upon a time hahahaha, makanya cocok untuk dijadikan setting lokasi pilem Kungfu master aka Once upon a time in China. Tapi air sungainya bau amis Ven, karena itu sungai memang dijadikan sarana vital kehidupan sehari-hari orang wuzhen.